Ketika mau masak pagi tadi,, cetek-cetek-ccetek... kompor nggak nyala2.. padahal baru ganti LPG 5 hari lalu. Biasanya sich LPG yang 3 kg bisa buat 7-10 hari. Setelah ganti LPG sampe 2 kali yang baru masih nggak bisa... periksa regulator dan selang nya masih bagus, dalam artian, nggak ngobos, trus apa sich namanya, besi kecil yang ditancapin ke tabung gas, masih good condition, kalo saklarnya OFF besinya bebas bergerak, kalo ON ketika ditekan pake tangan nggak bergerak. ketika kompor dinyalakan, gas keluar tapi api keciiill banget bahkan kadang nggak ada api alias mati. Akhirnya dalaman kompor dibersihkan (biasanya sich luarnya doang, kali aja ada yang nyumbat). tetep aja.
Akhirnya... kami simpulkan kompornya lah yang rusak. seharian hujan, mendung membuat kami takut keluar rumah, insya'Allah besok kami mau beli kompor baru.
Alhasil... dari pagi harus jajannnn... melulu. Sedih, karena boros, buat sarapan kami beli roti, makan siang beli sop sama ayam di depot (nggak tahu cara masaknya), makan malam kami beli nasgor&capcay. Lha ini nich serunya... pemandangan waktu beli makan malam, pwvuhhh...kalo orang cina bilang Amsyong lah.
Mungkin ini adalah hal yang lumrah bagi sebagian orang yang menggantungkan makannya pada depot, warung, PKL de el el, alias jajan. tapi buat saya yang punya seorang anak kecil yang butuh makanan sehat untuk tumbuh kembangnya, pemandangan malam ini jadi luar biasa.
Penjual Nasgor ini lumyan rame, pasti enak begitu pikir saya. Saya harus sabar antri menunggu enam orang sebelum saya dilayani. ada yang beli nasgor, migor dan kwetiaw. Pada dasarnya semua bumbunya sama: 2 siung bawang putih keprak, bumbu halus yang udah jadi (saya nggak tahu komposisinya, perkiraan sich, bawang merah, bawang ptih, merica yang dihaluskan kemudian ditumis). setelah itu ada semacam minyak yang biasa dipake untuk mie ayam, kecap, garam dan vetsin.
cara masaknya gini:
tumis bawang putih geprak, masukkan telur, urak-arik, masukkan bumbu halusnya bersama minyak. aduk-aduk. masukkan nasi atau mie, aduk-aduk. setelah akan matang beeri garam, kecap dan vetsi 1-2 sendok teh tiap porsinya. angkat, sajikan. Hemmm Yummy.. lezat dan gurih pastinya. karena yang saya lihat waktu itu, untuk memasukkan garam, pedagang sangat hati2 karena takut keasinan, tapi giliran memasukkan vetsin, WOW pe de habis, dua sendok teh terjun bebas ke wajan. Giliran saya yang beli saya pesen nasgor dan capcay nggak pake vetsin.
ada perbedaan cara masak ketika memasakkan orang-orang sebelum kami, pedadang nggak pernah sekalipun mencicipi masakannya (pede abis pasti enak). Tapi giliran masak nasi goreng saya, incipnya sampe 2 kali, ditambahkan garam lagi, kecap lagi.
Yang lebih seru, ketika memasak capcay pesenan saya, sayurnya nggak dicuci dulu. pestisida, debu, tanah halus yang nempel di batang dan daun sayuran memenuhi otak saya. Dan tahukah anda berapa kali dia mencicipi capcay saya? lima kal, dengan penambahan disana-sini.
Dan ketika kami buka di rumah, dan memakannya.. Gubrak.. rasanya amburadul, apalagi capcaynya cuma asin doang.
Suami saya nyeletuk "MSG makes everything so simple".
Ada benarnya juga kata suami saya, diluar ada berjuta-juta orang yang mengkonsumsi MSG setiap hari bahkan diluar batas ambang. ada jutaan anak kecil, bahkan balita yang mengkonsumsinya, padahal otak dan raga mereka sedang berkembang.
Insya'allah di tulisan berikutnya, saya mencoba berbagi tentang bahaya MSG dan bahan tambahan makanan lain.
wallahu a'lam bishshowab
Saturday, October 10, 2009
MSG makes coocking so simple
Wednesday, September 16, 2009
Cintamu pada Al-qur'an membuatku bangga...
Bismillaahirrohmanirrahim...
alhamdulillaahirobbil 'Alamiin..
Ar-rahmaanirrohiim..
Maaliki yaumiddiin...
Suara kecil, cemprreng dan sangat keras beradu dengan suara imam yang berusaha khusu' karena harus berlomba dengan suaramu...
dia memang punya hobi sholat dan menghapal segala sesuatu.. lagu.. istilah.. bahkan do'a dan kalam ilahi... Diusianya yang ke 2,5 tahun, Liv (begitu kami memanggilnya) Alhamdulillah telah menghapal Al-Fatihah, Al-ikhlas, An-Naas, Al-falaq, Al-'alaq 1-5 dan Al-kafirun.. tentunya selain hapalan lagu anak2 dan tak gendong kemana-mananya Mbah surip..
Ketika keluar dari rumah Allah (begitu Liv menyebut masjid) ada seorang ibu bertanya bagaimana caranya mendidik anak cinta Alqur'an? apakah harus disiplin? dipaksa bahkan?
Sejenak aku bingung harus menjawab apa..
memaksa... jelas tidak mungkin memaksa anak 2 tahun, bukannya pinter malah bisa stress
disiplin... mungkinkah?? karena kami sendiri tidak pernah ada waktu khusus dan target2 untuk mengajarinya...
gift... ada peribahasa mengatakan, sebagus apapun baja jika tidak diasah tak akan pernah tajam..
Kalo boleh flash back.. mungkin ini jawabnya..
kami berusaha membudayakan shalat jama'ah di rumah..
Ketika hari libur kami berjama'ah bertiga(papa,mama,liv)..
dan ketika tinggal kami berdua, juga tetap berjama'ah..
Setelah itu kami usahakan (walau kadang g kesampean) untuk mengaji..
Al-qur'an bukan benda keramat yang harus disimpan di lemari dan tidak teersentuh karena takut berdebu dan rusak..
Saya meletakkan Al-Qur'an, buku Iqro' di meja yang mudah dijangkau liv..
dia bisa mengambil, membuka,bahkan berimajinasi seolah membacanya..
Nggak takut rusak??
nggak tuch... Anak punya naluri dan akal, dia bisa mendengar dan melihat bagaimana ortunya memperlakukan Al-Quran..
sebuah kecelakaan kecil mungkin terjadi, tapi itu merupakan harga murah yang harus dibayar untuk anak..
it's so important
Wallahua'lam bishshowwab